
Kepulauan Mentawai yang indah sudah lama terkenal dan menjadi favorit peselancar dunia. Dengan sejumlah lokasi surfing terbaik, peselancar dari berbagai negara datang untuk mencicipi ombak Mentawai. Peselancar terbaik dunia saat ini, Kelly Slater juga pernah merasakan ombak di Kepulauan Mentawai.

Menurut Ketua Asosiasi Kapal Selancar Sumatera Barat, Aim Zein kunjungan peselancar ke Mentawai tiap tahunnya mencapai 5.000 orang. Mereka datang dari Amerika Serikat, Selandia Baru, Australia, Perancis dan lainnya. "Karena ombak di Mentawai adalah salah satu ombak terbaik di dunia," ujarnya. Ombaknya menempati urutan ketiga setelah Hawaii dan Tahiti.
Ombak Mentawai terkenal karena selain memiliki aneka jenis ombak, mulai dari ombak kecil untuk pemula hingga ombak besar untuk professional kelas dunia, juga memiliki alam yang alami dan penduduk tradisional yang eksotik. "Mereka biasanya booking setahun sebelumnya," ujar Zein.
Ombak mentawai bagi peselancar super komplit, ibaratnya toko serba ada. Mau ombak kiri, ombak yang bergulung ke kanan, ombak yang tingginya hingga tiga meter atau ombak untuk peselancar pemula, semua ada dan itu juga tersedia sepanjang tahun. Selain itu kelebihannya, ombak Mentawai juga masih bersih, pantainya alami, tidak membuat badan gatal-gatal setelah bermain air.
Hampir sepajang waktu turis asing mendatangi Mentawai, terutama pada musim ombak besar yang dimulai April hingga November. Seperti ketika tsunami menerjang Kepulauan Mentawai. Sebuah perahu yang membawa wisatawan Australia ikut diterjang gelombang tsunami setinggi tiga meter di Pulau Pagai, Mentawai, Sumatera Barat, setelah gempa berkekuatan 7,2 skala Richter menggoyang Pagai, Senin (25/10) malam.
Menurut seorang warga Australia Rick Hallett, akibat diterjang tsunami, perahu tersebut terdorong 200 meter ke daratan. “Dalam hitungan menit (setelah gempa) kami mendengar suara gemuruh,” ujar Hallet. “Kami menengok ke belakang kami dan melihat dinding putih menerjang kami.”
Hallett, yang menyewa perahu ke Pulau Pagai, mengaku ada sembilan warga Australia, satu warga Amerika, dan empat warga Indonesia di perahu tersebut ketika dihantam tsunami. “Kami terbawa sampai 200 meter menuju daratan. Untungnya, kebanyakan dari kami memiliki sesuatu sebagai pegangan dan berhasil menghindari pohon-pohon,” ujar Hallett.
Hallett saat itu berada di lokasi surfing terbaik, yang tersebar di pantai barat Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan, Pulau Sipora, dan Pulau Siberut, empat pulau yang berpenghuni.
Sejumlah resort didirikan di sana, sebagian dikelola orang asing. Sebagai contoh Makaroni Resort yang di Pulau Pagai Utara. Pulau Pagai Selatan dan Pulau Pagai Utara hanya dibatasi selat kecil selebar sungai. Kedua pulau seluasa 1.521,55 km persegi ini dibagi menjadi 3 kecamatan dengan 10 desa dengan penduduk lebih 23 ribu.
Namun hanya Sikakap, ibukota Kecamatan Sikakap saja yang padat penduduk. Sisanya sejumlah desa memiliki dusun-dusun dan kampung yang terpencil, sebagian besar terletak di pantai. Tapi tranportasi sesuai yang sulit di sana. Untuk berhubungan dengan satu dusun dari Sikakap sebagian besar harus dilalui perahu mesin, rata-rata ditempuh dengan waktu 2 jam.
Sipora terletak di samping Pulau Pagai dengan luas 651,55 km persegi. Berpenduduk sekitar 14 ribu yang tinggal di dua kecamatan dan 14 desa. Ibukota Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tuapejat terletak di pulau ini.
Transportasi adalah masalah serius di Mentawai, termasuk di pulau-pulau ini. Menghubungi ke masing-masing desa sebagain besar mesti melalui laut, bahkan samudera hindia yang berombak ganas. Jarak tempuh bisa 2 hingga 4 jam. Sedangkan Setiap pulau ini dari Kota Padang, capital Sumatra Barat ditempuh dengan kapal 10 jam.
Meski tinggal di pulau-pulau, hanya sekitar 30 persen penduduk Mentawai tinggal di pantai. Langganan gempa dan ancaman tsunami telah menyadarkan masyarakat untuk bermukim menjauhi pantai. Selain itu sebagian besar rumah peduduk terbuat dari kayu.
Kini empat desa di Pulau Pagai Selatan, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Sipora bagian barat dilaporkan dihantam tsunami. Juga Makaroni Resort, basecamp turis surfing asing yang terletak di Teluk Makaroni di Pagai Utara. Resort ini hancur dihantam tsunami.
“Kami belum tahu dampak tsunami terhadap bisnis surfing di Mentawai, karena setiap bencana pasti ada dampaknya, tetapi biasanya peselancar itu punya pikiran sendiri, mereka punya dunia sendiri," ujar Aim Zen. Bahkan setelah tsunami belum ada yang membatalkan kunjungannya ke Mentawai, ada yang dari Amerika akan datang, katanya tidak untuk surfing, tapi untuk melihat Mentawai pasca tsunami."
Cara ke Mentawai
1. Ambil penerbangan dari pelabuhan udara Sukarno Hatta, Jakarta ke bandara Tabing, Padang-Sumatera Barat (tersedia setiap hari)
2. Ambil feri dari pelabuhan Teluk Bayur, Padang ke pulau Mentawai
Berkeliling di Mentawai
Untuk mengakses semua keindahan yang ditawarkan, Anda dapat menyewa perahu yang dimiliki oleh penduduk setempat. Anda dapat menemukan perahu di sepanjang pantai. Harganya tergantung pada keahlian tawar-menawar Anda.
Kegiatan yang Bisa Dilakukan
Kegiatan Pantai
1. Menikmati Keindahan pantai
2. Diving atau penyelaman
3. Snorkeling
Kegiatan Budaya
1. Belajar tarian tradisional (tarian perang dan terima kasih kepada alam)
2. Upacara tradisional
3. Mentawai adalah salah satu tempat terbaik untuk melakukan studi Etnografi karena disini terdapat salah satu suku tertua di Indonesia
Kegiatan Ekowisata
Sebagai habitat primata langka, hutan hujan alami Mentawai menjadi tempat yang sempurna untuk penelitian atau tujuan pendidikan lainnya. Disini Anda dapat melakukan penelitian tentang
1. monyet berhidung pesek / Simakobu (Simias concolor) yaitu keluarga monyet yang memakan daun-daunan sebagai makanan utama
2. Joja atau Lutung Mentawai (Presbytis potenziani) dengan mudah diidentifikasi karena ekornya yang panjang, wajah putih dan kepala dengan rambut hitamnya.
3. Bokkoi atau beruk Mentawai (Macaca pagensis)
4. Kloss Gibbon / Bilou atau Siamang Kerdil (Hylobates klossii) yang terkenal dengan suara yang indah, berbeda dengan monyet pada umumnya

Akomodasi dan Penginapan
Banyak pengunjung memilih rumah keluarga / homestay. Mereka menawarkan cara hidup yang khas dalam arsitektur yang unik dan pengalaman berinteraksi dengan penduduk setempat. Selain itu, Anda bisa tinggal di sebuah hotel murah di Siberut.
Makanan
Gugah selera Anda dengan hidangan laut yang eksotis dan segar yang dapat Anda temukan di restoran lokal yang dijalankan oleh masyarakat setempat. Jika Anda cukup beruntung, Anda dapat memilih dan memasak seafood sendiri, tapi pastikan Anda mengetahui resep rahasia / rempah-rempah dari orang-orang Mentawai. Jika Anda tidak suka makanan laut, Anda dapat menemukan makanan biasa juga.
Belanja atau Souvenir
Souvenir buatan tangan seperti topi tradisional lokal, tas tradisional dan aksesori akan menjadi suvenir asli untuk kerabat dan teman-teman. Anda dapat membelinya di toko suvenir atau dari penduduk setempat secara langsung.
Tips
1. Bawa papan selancar Anda sendiri bersama-sama dengan Anda, karena mungkin agak sulit untuk menemukan toko papan selancar di Mentawai2. Gelombang besar dapat ditemukan sepanjang tahun, tetapi ombak terbaik hadir pada bulan Maret sampai Oktober saat musim kemarau3. Bawa obat pribadi Anda4. Anda dapat mengatur kunjungan Anda dengan menghubungi agen perjalanan dan jasa penerbangan di Indonesia




Sumber:
http://www.indojunkers.com/