Senin, Februari 28, 2011

Betulkah Ada Piramida Raksasa di Jawa Barat

0 komentar

Sejumlah ahli eologi dan ahli sejarah ikut dalam peburuan Piramida raksasa itu.

Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)



Batu Tapak, Gunung Paseban, di dekat Gunung Lalakon Bandung



















Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.

Rombongan itu menyusuri jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.

Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.

Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.

Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.

Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.

Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah. “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.

Agung adalah Pendiri Yayasan Turangga Seta, organisasi yang punya hajat penelitian di gunung itu. Bak tokoh fiksi Indiana Jones, awak Turangga Seta memang punya kegemaran memburu jejak sejarah. Bukan atas hasrat memiliki, tapi mengungkap kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu.

Komunitas itu berdiri sekitar 2004, digawangi oleh sekelompok profesional di berbagai bidang. Ada pengajar, kontraktor bangunan, pegawai negeri sipil, karyawan perusahaan swasta, juga mahasiswa. Beberapa di antara mereka punya kepekaan lebih terhadap kehadiran gaib, atau istilah keren mereka: parallel existence.

“Kami ini semua anak-anak MIT. Bukan Masachussetts Institute of Technology, tapi Menyan Institute of Technology,” kata anggota Turangga Seta Hery Trikoyo, bergurau. Sebab, dalam melakukan perburuan terhadap situs sejarah, kadang mereka mendapat sokongan informasi lokasi dari ‘informan tak kasatmata’.

Namun, karena dasarnya mereka adalah anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi, dorongan mereka membuktikan informasi tersebut, mengalir deras. Tak jarang para ‘arkeolog partikelir’ ini keluar malam-malam usai jam kerja, untuk menggali sebuah tempat demi membuktikan kebenaran hipotesa mereka.

Setelah mereka menemukan benda sejarah yang mereka maksud, lalu mereka menimbunnya kembali, tanpa diketahui oleh masyarakat umum. “Kami khawatir bila diketahui banyak orang, malah diambil atau dicuri,” kata Agung.

Kali ini, kedatangan mereka ke Gunung Lalakon dalam rangka membuktikan teori mereka, bahwa ada sejumlah piramid di Indonesia. Salah satu informasi awal didapatkan dari tafsiran mereka terhadap relief Candi Penataran.

Turangga Seta percaya bahwa kebudayaan Nusantara lebih tua daripada Kebudayaan Sumeria, Mesir, atau Maya. Mereka haqul yakin Indonesia memiliki situs candi atau piramida yang lebih banyak dan lebih megah dari peradaban Mesir dan Maya.

“Ada ratusan piramida di Indonesia, dan tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” kata Agung. Meski masih harus diuji secara ilmiah, pandangan Agung senada dengan teori Profesor Arysio Santos, yang menyebutkan Indonesia adalah peradaban Atlantis yang hilang. (Baca juga: Nusantara Memendam Atlantis?)

Keyakinan ini tentu saja membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Turangga Seta sempat mem-post keyakinan mereka ihwal keberadaan piramida di Indonesia di sebuah forum online. lengkap dengan foto-fotonya. Hasilnya, mereka menuai cemoohan dan tertawaan. “Nanti, kalau semuanya terbukti, mereka tak bisa lagi tertawa,” kata Agung berapi-api.

***

Agung mungkin sedang sesumbar. Tapi, bisa juga tidak. Usai pengujian geolistrik di Gunung Lalakon, para peneliti yang datang bersama Agung cs. terbengong-bengong. Mereka bukan sembarang peneliti. Mereka adalah peneliti papan atas. Beberapa adalah pakar geolog ternama, yang kredibilitasnya tak diragukan. Tapi karena datang atas nama pribadi, kehadiran mereka di sana tak mau diungkap.

Setidaknya, kekaguman mereka sempat diabadikan dalam sebuah rekaman video milik tim Turangga Seta yang disaksikan VIVAnews. “Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini unnatural (tidak alamiah - red),” kata pakar geologi yang wajahnya sering terlihat di berbagai stasiun TV itu.

Lazimnya, sebuah lapisan tanah atau lapisan batuan akan menyebar merata secara menyamping atau horisontal. Tapi hasil uji geolistrik menyatakan terdapat semacam struktur bangunan yang memiliki bentuk seperti piramida, dan di atasnya terdapat lapisan batuan tufa dan breksi dengan pola selang-seling secara bergantian.

Pola batuan tufa dan breksi ini berulang secara melintang bukan mendatar, dengan kemiringan sama. “Seolah-olah piramida ini diuruk dan dibronjong secara sengaja, agar tak longsor,” kata Hery, yang berprofesi sebagai konsultan kontraktor bangunan.

Dalam lanjutan rekaman video berikutnya, pakar geologi tadi menunjuk sebuah bentukan berwarna biru. Dalam hasil uji geolistrik, warna biru menandakan sebuah tempat yang punya resistivitas paling rendah. “Ini mungkin semacam rongga yang bisa berisi air atau tanah lempung,” pakar geologi itu menerangkan. Bentukan tadi menyerupai semacam pintu.

Yang jelas, pakar geologi itu melanjutkan, kemungkinan besar temuan itu adalah struktur buatan manusia, karena proses alamiah sepertinya tak mungkin menghasilkan pola batuan semacam itu. “Ini jelas man-made,” kata dia.

VIVAnews sempat mengkonfirmasi salah satu pakar geologi yang turut dalam penelitian ke Gunung Lalakon bersama tim Turangga Seta. Awalnya ia menampik, dan mengatakan tak tahu-menahu keberadaan struktur bangunan mirip piramida di bawah Gunung Lalakon. Tapi belakangan secara tersirat ia mengakui hal itu.

“Saya no comment,” kata geolog kawakan Andang Bachtiar kepada VIVAnews, Rabu, 23 Februari 2011. Lebih jauh, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu mengatakan hasil analisis itu masih belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih banyak hal yang perlu dibuktikan, kata Andang.

Tapi Andang kemudian mengaku, selain ke Gunung Lalakon di Bandung, juga ia mendampingi tim Turangga Seta menguji bukit serupa di daerah Sukahurip, Pengatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut Agung, timnya sudah melakukan pengujian geolistrik dan uji seismik di 18 titik di beberapa tempat di Indonesia. Di Bandung dan di Garut, mereka mendapat hasil kurang lebih sama. Semua serupa: indikasi adanya sebuah struktur bangunan yang mirip piramida di bawah bukit.

Bedanya, di bukit-piramida di Garut tak dijumpai adanya rongga seperti pintu, seperti halnya di Bandung. “Mungkin karena kami hanya mengujinya di salah satu bagian lereng bukit saja,” kata Hery Trikoyo. Sayang, Turangga Seta masih menutup rapat hasil uji mereka di tempat lainnya.

***

Turangga Seta mengklaim masih ada ratusan piramida lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu pentolan Turangga Seta lainnya, Timmy Hartadi, dalam laman Facebook mereka mengatakan bahwa piramida-piramida itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. (Lihat Infografik)

Klaim penemuan sebuah piramida tersembunyi di dalam bukit, tak hanya terjadi di Indonesia. Klaim ini juga sempat muncul di Bosnia. Pada 2006, seorang pengarang bernama Semir Osmanagic mengklaim penemuan ini, dan sempat mengatakan mereka menemukan piramida tersembunyi di bukit Visocica, kota Visoko, yang terletak di barat laut Sarajevo.

Osmanagic mengatakan penggalian piramida itu melibatkan arkeolog dari Australia, Austria, Irlandia, Skotlandia dan Slovenia. Namun, beberapa arkeolog yang disebut Osmanagic menolak klaim tersebut.

Seperti dikutip dari situs Archaeology.org, arkeolog dari Kanada yang disebut Osmanagic, Chris Mundigler mengaku tak pernah mendukung atau setuju bekerja di proyek tersebut. "Skema ini adalah sebuah kebohongan keji terhadap masyarakat awam, dan tak akan pernah mendapat tempat di dunia ilmu pengetahuan," kata pernyataan resmi dari Asosiasi Arkeolog Eropa.

Bagaimana dengan klaim piramid di Bandung dan di Garut?

Secara geomorfologis, bentuk Gunung Lalakon di Bandung maupun Gunung Sadahurip di Garut memang memiliki bentuk yang mirip dengan piramida. Mereka memiliki empat sisi yang nyaris simetris.

Sorot
EKSKLUSIF
SOROT 124
Berburu Piramida Nusantara
Sekelompok orang menelisik peradaban tinggi masa silam. Ada bukit menyimpan piramida?
Jum'at, 25 Februari 2011, 19:29 WIB
Indra Darmawan
Gunung Sadahurip, Garut Jawa Barat (VIVAnews/ Ahmad Rizaluddin)

VIVAnews - Mentari nyaris berada di atas ubun-ubun, saat empat mobil menepi di pinggiran Jalan Raya Soreang-Cipatik, medio Februari 2011. Siang itu, Kampung Badaraksa yang terletak di lereng bukit, kedatangan tamu.

Rombongan itu menyusuri jalan kecil mendaki di tengah pemukiman penduduk, hendak menuju ke atas puncak Gunung Lalakon, yang terletak di Desa Jelegong, Kecamatan Kotawaringin, Kabupaten Bandung.

Dari Kampung Badaraksa yang berada di ketinggian sekitar 720 m di atas permukaan laut, mereka bergegas naik memutari bukit dari bagian selatan ke barat.

Sambil membawa berbagai peralatan dan beberapa gulungan besar kabel, rombongan membelah hutan gunung. Derap langkah kaki mereka seolah berkejaran dengan ritme suara jengkerik, dan tonggeret di kanan-kiri.

Tim yang terdiri dari sekelompok pemuda dan para peneliti itu, akhirnya sampai di puncak setinggi 988 meter dari permukaan laut.

Kabel direntang. Tim mulai memasang alat geolistrik yang mereka bawa. Sebanyak 56 sensor yang dipasangi altimeter (alat pengukur ketinggian) diuntai dari puncak bukit ke bawah lereng, masing-masing berjarak lima meter, dicatu oleh dua aki listrik.

Alat-alat itu berfungsi mendeteksi tingkat resistivitas batuan, dan bisa digunakan menganalisa struktur kepadatan batuan hingga ratusan meter ke bawah. “Tujuan kami saat itu mengetahui apakah ada bangunan tersembunyi di dalam gunung,” kata Agung Bimo Sutedjo, kepada VIVAnews, di Jakarta, Selasa, 15 Februari 2011.

***

Agung adalah Pendiri Yayasan Turangga Seta, organisasi yang punya hajat penelitian di gunung itu. Bak tokoh fiksi Indiana Jones, awak Turangga Seta memang punya kegemaran memburu jejak sejarah. Bukan atas hasrat memiliki, tapi mengungkap kegemilangan sejarah nenek moyang di masa lalu.

Komunitas itu berdiri sekitar 2004, digawangi oleh sekelompok profesional di berbagai bidang. Ada pengajar, kontraktor bangunan, pegawai negeri sipil, karyawan perusahaan swasta, juga mahasiswa. Beberapa di antara mereka punya kepekaan lebih terhadap kehadiran gaib, atau istilah keren mereka: parallel existence.

“Kami ini semua anak-anak MIT. Bukan Masachussetts Institute of Technology, tapi Menyan Institute of Technology,” kata anggota Turangga Seta Hery Trikoyo, bergurau. Sebab, dalam melakukan perburuan terhadap situs sejarah, kadang mereka mendapat sokongan informasi lokasi dari ‘informan tak kasatmata’.

Namun, karena dasarnya mereka adalah anak-anak yang mengenyam pendidikan tinggi, dorongan mereka membuktikan informasi tersebut, mengalir deras. Tak jarang para ‘arkeolog partikelir’ ini keluar malam-malam usai jam kerja, untuk menggali sebuah tempat demi membuktikan kebenaran hipotesa mereka.

Setelah mereka menemukan benda sejarah yang mereka maksud, lalu mereka menimbunnya kembali, tanpa diketahui oleh masyarakat umum. “Kami khawatir bila diketahui banyak orang, malah diambil atau dicuri,” kata Agung.

Kali ini, kedatangan mereka ke Gunung Lalakon dalam rangka membuktikan teori mereka, bahwa ada sejumlah piramid di Indonesia. Salah satu informasi awal didapatkan dari tafsiran mereka terhadap relief Candi Penataran.

Turangga Seta percaya bahwa kebudayaan Nusantara lebih tua daripada Kebudayaan Sumeria, Mesir, atau Maya. Mereka haqul yakin Indonesia memiliki situs candi atau piramida yang lebih banyak dan lebih megah dari peradaban Mesir dan Maya.

“Ada ratusan piramida di Indonesia, dan tingginya tak kalah dari piramida Giza di Mesir yang cuma 140-an meter,” kata Agung. Meski masih harus diuji secara ilmiah, pandangan Agung senada dengan teori Profesor Arysio Santos, yang menyebutkan Indonesia adalah peradaban Atlantis yang hilang. (Baca juga: Nusantara Memendam Atlantis?)

Keyakinan ini tentu saja membuat banyak orang mengernyitkan dahi. Turangga Seta sempat mem-post keyakinan mereka ihwal keberadaan piramida di Indonesia di sebuah forum online. lengkap dengan foto-fotonya. Hasilnya, mereka menuai cemoohan dan tertawaan. “Nanti, kalau semuanya terbukti, mereka tak bisa lagi tertawa,” kata Agung berapi-api.

***

Agung mungkin sedang sesumbar. Tapi, bisa juga tidak. Usai pengujian geolistrik di Gunung Lalakon, para peneliti yang datang bersama Agung cs. terbengong-bengong. Mereka bukan sembarang peneliti. Mereka adalah peneliti papan atas. Beberapa adalah pakar geolog ternama, yang kredibilitasnya tak diragukan. Tapi karena datang atas nama pribadi, kehadiran mereka di sana tak mau diungkap.

Setidaknya, kekaguman mereka sempat diabadikan dalam sebuah rekaman video milik tim Turangga Seta yang disaksikan VIVAnews. “Selama ini saya tidak pernah menemukan struktur subsurface seperti ini. Ini unnatural (tidak alamiah - red),” kata pakar geologi yang wajahnya sering terlihat di berbagai stasiun TV itu.

Lazimnya, sebuah lapisan tanah atau lapisan batuan akan menyebar merata secara menyamping atau horisontal. Tapi hasil uji geolistrik menyatakan terdapat semacam struktur bangunan yang memiliki bentuk seperti piramida, dan di atasnya terdapat lapisan batuan tufa dan breksi dengan pola selang-seling secara bergantian.

Pola batuan tufa dan breksi ini berulang secara melintang bukan mendatar, dengan kemiringan sama. “Seolah-olah piramida ini diuruk dan dibronjong secara sengaja, agar tak longsor,” kata Hery, yang berprofesi sebagai konsultan kontraktor bangunan.

Dalam lanjutan rekaman video berikutnya, pakar geologi tadi menunjuk sebuah bentukan berwarna biru. Dalam hasil uji geolistrik, warna biru menandakan sebuah tempat yang punya resistivitas paling rendah. “Ini mungkin semacam rongga yang bisa berisi air atau tanah lempung,” pakar geologi itu menerangkan. Bentukan tadi menyerupai semacam pintu.

Yang jelas, pakar geologi itu melanjutkan, kemungkinan besar temuan itu adalah struktur buatan manusia, karena proses alamiah sepertinya tak mungkin menghasilkan pola batuan semacam itu. “Ini jelas man-made,” kata dia.

VIVAnews sempat mengkonfirmasi salah satu pakar geologi yang turut dalam penelitian ke Gunung Lalakon bersama tim Turangga Seta. Awalnya ia menampik, dan mengatakan tak tahu-menahu keberadaan struktur bangunan mirip piramida di bawah Gunung Lalakon. Tapi belakangan secara tersirat ia mengakui hal itu.

“Saya no comment,” kata geolog kawakan Andang Bachtiar kepada VIVAnews, Rabu, 23 Februari 2011. Lebih jauh, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) itu mengatakan hasil analisis itu masih belum bisa menyimpulkan apa-apa. Masih banyak hal yang perlu dibuktikan, kata Andang.

Tapi Andang kemudian mengaku, selain ke Gunung Lalakon di Bandung, juga ia mendampingi tim Turangga Seta menguji bukit serupa di daerah Sukahurip, Pengatikan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menurut Agung, timnya sudah melakukan pengujian geolistrik dan uji seismik di 18 titik di beberapa tempat di Indonesia. Di Bandung dan di Garut, mereka mendapat hasil kurang lebih sama. Semua serupa: indikasi adanya sebuah struktur bangunan yang mirip piramida di bawah bukit.

Bedanya, di bukit-piramida di Garut tak dijumpai adanya rongga seperti pintu, seperti halnya di Bandung. “Mungkin karena kami hanya mengujinya di salah satu bagian lereng bukit saja,” kata Hery Trikoyo. Sayang, Turangga Seta masih menutup rapat hasil uji mereka di tempat lainnya.

***

Turangga Seta mengklaim masih ada ratusan piramida lain yang tersebar di seluruh Indonesia. Salah satu pentolan Turangga Seta lainnya, Timmy Hartadi, dalam laman Facebook mereka mengatakan bahwa piramida-piramida itu tersebar di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi dan Papua. (Lihat Infografik)

Klaim penemuan sebuah piramida tersembunyi di dalam bukit, tak hanya terjadi di Indonesia. Klaim ini juga sempat muncul di Bosnia. Pada 2006, seorang pengarang bernama Semir Osmanagic mengklaim penemuan ini, dan sempat mengatakan mereka menemukan piramida tersembunyi di bukit Visocica, kota Visoko, yang terletak di barat laut Sarajevo.

Osmanagic mengatakan penggalian piramida itu melibatkan arkeolog dari Australia, Austria, Irlandia, Skotlandia dan Slovenia. Namun, beberapa arkeolog yang disebut Osmanagic menolak klaim tersebut.

Seperti dikutip dari situs Archaeology.org, arkeolog dari Kanada yang disebut Osmanagic, Chris Mundigler mengaku tak pernah mendukung atau setuju bekerja di proyek tersebut. "Skema ini adalah sebuah kebohongan keji terhadap masyarakat awam, dan tak akan pernah mendapat tempat di dunia ilmu pengetahuan," kata pernyataan resmi dari Asosiasi Arkeolog Eropa.

Bagaimana dengan klaim piramid di Bandung dan di Garut?

Secara geomorfologis, bentuk Gunung Lalakon di Bandung maupun Gunung Sadahurip di Garut memang memiliki bentuk yang mirip dengan piramida. Mereka memiliki empat sisi yang nyaris simetris.

Gunung Sadahurip Garut (Credit: Turangga Seta)

“Bentuknya kok begitu simetris ya? Lancipnya sangat simetris,” ujar arkeolog senior Profesor Edi Sedyawati, saat dijumpai VIVAnews di kediamannya di Jakarta, Rabu, 23 Februari 2011.

Namun, kata Edi, klaim dan hasil uji geolistrik masih belum cukup untuk mendapatkan kesimpulan akhir. Langkah selanjutnya adalah penggalian percobaan pengambilan sampel dengan memuat sebuah test bed untuk mengetahui apa benar ada indikasi lapisan-lapisan budaya dan ada bekas-bekas perbuatan manusia atau tidak.

“Tapi ini harus betul-betul penggalian arkeologi yang meminta izin kantor suaka purbakala dan melibatkan arkeolog, karena harus ada pertanggung jawaban dan laporan, dari mili ke mili (milimeter, red)," kata Edi Sedyawati.

Turangga Seta pun tengah mengusahakan izin pengambilan sampel tanah di Gunung Lalakon kepada Pemda Jawa Barat. “Kami hanya perlu menggali tanah di lokasi, selebar sekitar 3-4 meter dengan kedalaman sekitar 3 meter,” kata Agung.

***

Gunung Lalakon dikelilingi beberapa bukit lain seperti bukit Paseban, Pancir, Paninjoan, Pasir Malang. Di bukit Paseban ada tiga buah batu, yang dua di antaranya terdapat telapak kaki manusia dewasa, dan telapak kaki anak-anak.

Menurut Edi, bila benar batu telapak itu peninggalan sejarah, kemungkinan ini berasal dari zaman megalitikum. Batu telapak juga sudah dijumpai di tempat lain, seperti prasasti Ciaruteun, peninggalan Raja Purnawarman dari kerajaan Tarumanegara. “Cap telapak kaki biasanya diabadikan sebagai monumen mengenang pemimpin suatu daerah,” kata Edi.

Cap kaki juga erat kaitannya dengan konsep Triwikrama atau tiga langkah yang berkembang di masa itu. Saat itu, mereka percaya bila seseorang hendak naik ke dunia dewa-dewa, mereka harus menjejak dengan keras agar dapat melompat tinggi sekali.

Sementara itu, di Gunung Lalakon juga terdapat beberapa situs batuan, seperti Batu Lawang, Batu Pabiasan, Batu Warung, Batu Pupuk, Batu Renges, Batu gajah, dan sebuah batu panjang yang terletak di atas puncak.

Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa gunung LalakonMenurut Abah Acu, tokoh masyarakat Kampung Badaraksa, secara filosofis, Gunung Lalakon adalah perlambang sebuah lakon dari kehidupan manusia. Batu-batu tadi merepresentasikan berbagai lakon atau profesi yang dipilih oleh manusia.

Namun, keberadaan batu-batu tadi kerap disalahgunakan. Banyak orang datang ke tempat batu di Gunung Lalakon mencari pesugihan. Bahkan, menurut Jujun, tokoh agama Islam di tempat itu, dulu banyak orang datang ke Batu Gajah mencari ilham judi buntut. “Banyak pula yang berhasil menang,” kata Jujun.

Jujun menerangkan, di Gunung Lalakon secara rutin juga digelar acara ritual tolak bala, yakni dengan membuat nasi tumpeng kemudian dibagikan dan dimakan oleh penduduk. “Acara ini diadakan setiap tahun, biasanya setiap tanggal 1 Syuro.”

Berbeda dengan tradisi di Gunung Lalakon, masyarakat di sekitar Gunung Sadahurip relatif lebih ‘modern’. Menurut Nanang, warga Kampung Cicapar Pasir, kampung terdekat Gunung Sadahurip, di sana tak ada tradisi tolak bala. Masyarakat sekitar juga tak terlalu peduli dengan mitos gunung itu di masa lalu.

***

Pakar sejarah dari Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Nina Herlina Lubis, mengatakan di Tatar Sunda yang meliputi Jawa Barat, Banten, DKI, dan sebagian Provinsi Jawa Tengah, terutama dataran tinggi seperti Banten Selatan, Cianjur, Sukabumi, Bandung, Garut, Kuningan, dan Bogor, banyak ditemukan peninggalan budaya megalitikum. Tinggalan-tinggalan itu di antaranya berupa batu menhir, bangunan berundak, batu lumpang, peti kubur batu, batu dakon, dan arca megalitik.

Namun, Nina menjelaskan, sejarah di Tatar Sunda tak mengenal bangunan piramida karena tak ada kebiasaan di Tatar Sunda membuat bangunan piramida dengan ketinggian hampir ratusan meter sebagai tempat suci. “Tempat suci di Tatar Sunda ini seringkali disebut multi-component sites atau situs berkelanjutan,” kata Nina melalui surat elektronik kepada VIVAnews.

Bila pada masa prasejarah tempat suci itu dikenal sebagai punden berundak-undak, tempat pemujaan leluhur, maka ketika budaya Hindu Budha (yang hidup pada masa Kerajaan Tarumanegara dan Kerajaan Sunda), tempat suci itu terus dipergunakan.

Hanya saja menhir dijadikan sebagai lingga, lalu bangunan berundak itupun diwujudkan dengan gunung yang di atasnya dibangun lingga. Saat Kerajaan Sunda runtuh, maka lingga pun diganti dengan nisan bagi makam tokoh yang dianggap keramat.

Saat diberitahu di bukit-piramida Bandung maupun Garut ada makam yang dikeramatkan, serta adanya keluarga keturunan Syekh Abdul Muhyi, penyebar agama Islam di kawasan Priangan Timur, yang hidup dua abad setelah Kerajaan Sunda runtuh, Nina berusaha membuat konklusi dan analisa.

“Saya menduga bahwa bukit berbentuk piramida ini, adalah mandala (daerah pertapaan berupa dusun mandiri yang terletak di tempat terpencil), yang sudah tercampur dengan budaya yang datang kemudian (yaitu Hindu-Budha-Islam),” ujar Nina.

Namun untuk mengungkap apa sesungguhnya yang tersembunyi di balik bukit berbentuk piramid itu, kata Nina, para geolog harus bekerjasama dengan para arkeolog untuk melakukan ekskavasi (penyingkapan).

***

Cerita soal penemuan bukit berstruktur piramida ini rupanya telah sampai pula ke Istana Presiden. Seorang pejabat di lingkaran presiden, kepada VIVAnews mengaku telah dilaporkan ihwal riset itu. Untuk keterangan soal ini, dia minta tak disebutkan namanya, menimbang riset yang belum rampung.

“Ya, saya sudah lihat analisis geolistrik dan georadar-nya. Saya menyaksikannya dalam bentuk tiga dimensi. Menakjubkan, dan masih misterius. Tim riset itu dipimpin oleh para geolog terpercaya,” ujar si pejabat itu lagi, Rabu pekan lalu.

Tapi, pejabat itu tak mau menjelaskan detil penemuan. Sang geolog, ujarnya, belum mau diungkapkan ke publik. “Masih didalami oleh tim riset mereka, tetapi dari hasil yang ada, memang mencengangkan,” ujarnya.

Dia melukiskan, dari hasil geolisitrik tampak struktur berbentuk piramida di dalam bukit itu. Ada undak-undakan, mirip tangga menuju puncak piramida. Di bagian dasar, ada semacam pintu, dan tampak juga sesuatu yang mirip lorong di dalamnya.

Dia menambahkan, para ahli itu percaya ada semacam struktur geologis tak biasa di dalam gunung menyerupai piramida itu. Para ahli geologi itu, kata si pejabat istana, mempertaruhkan kredibilitas keilmuan mereka. “Kita tunggu saja. Kalau riset dan pembuktian ilmiah sudah lengkap, pasti akan dibuka ke masyarakat”.

Mungkin inilah masa penantian yang cukup menegangkan. Adakah bukit piramida ini sekadar dongeng ala piramida Bosnia yang berulang, atau memang suatu pengungkapan gemilang tentang adanya suatu peradaban besar di Nusantara yang belum pernah terungkap? (np)



Sumber:vivanews.com




Download I Oscars Red Carpet Live (2011) HDTV

0 komentar


Oscars Red Carpet Live (2011) HDTV

Screenshot

Free Download Film Movie Gratis
Total Size 550 MB (.avi)
Download FS
DOWNLOAD Part 1
DOWNLOAD Part 2
DOWNLOAD Part 3
Join file dengan HJSplit

Download EU
DOWNLOAD Part 1
DOWNLOAD Part 2
DOWNLOAD Part 3
Join file dengan HJSplit

Download MF
DOWNLOAD Part 1
DOWNLOAD Part 2
DOWNLOAD Part 3
Join file dengan HJSplit

Single Link
DOWNLOAD FS
DOWNLOAD EU



Sumber:ganool.com


Es Krim ASI Laku Keras di London

0 komentar



Es krim yang dibuat dari ASI dijual di sebuah restoran di London. Laku keras, demikian hasil laporan kafe yang menjualnya.

Es krim yang diberi nama "Baby Gaga" tersebut terbuat dari ASI yang di ambil dari 15 wanita yang membalas iklan pada sebuah forum ibu-ibu.

Sebelum disajikan, ASI dipasteurisasi alias disterilkan pada suhu tinggi selama beberapa waktu tertentu agar bebas dari kuman. Setelah itu, ASI diberi perasa lemon dan vanila dalam proses pengadukan. Kafe Icecreamists di Covent Garden itu menjualnya dengan harga 14 Pound, sekitar 240 ribu rupiah.

"Kalau terbukti baik untuk anak-anak kita, ASI pasti juga baik untuk kita semua," kata Matt O'Connor, pendiri Icecreamists. Ia mengaku tak memahami orang-orang yang mual dengan produknya. "Beberapa orang yang mendengar mungkin akan jijik, padahal produk ini murni organik dan benar-benar natural," katanya.

Seorang juru bicara Icecreamists mengatakan kalau mereka belum punya rencana menjual es krim ASI ini lebih luas meskipun mendulang sukses pada penjualan awal. "Baru diluncurkan minggu lalu dan kini seluruh es krim sudah terjual," katanya kepada AFP.

"Ketika orang dewasa mengetahui lezatnya ASI, semoga semakin banyak ibu merasa lebih senang ketika memberikan ASI kepada bayi mereka," kata Victoria Hiley (35 tahun), salah seorang ibu yang mendonorkan ASI-nya. Hiley mendapatkan upah 15 Pound, sekitar 214 ribu
rupiah, untuk setiap 10 ons ASI-nya.





(Sumber: Discovery News)


Download Film | I Am Number Four (2011)

0 komentar



I Am Number Four 2011 CAMRip Rus-NoGrp


CAM | AVI | 720x404 | 1h 38m | 680 MB | 25 fps | 48000 Hz 2 channel
Genres: Action | Sci-Fi | Thriller
IMDb: www.imdb.com/title/tt1464540/


Review:
I Am Number Four berkisah tentang 9 alien remaja yang melarikan diri sesaat setelah planet mereka, Lorien dihancurkan oleh spesies lain saingan mereka. Salah satu alien tersebut bernama Number Four (Alex Pettyfer) kemudian bersembunyi di bumi dan menyamar sebagai remaja SMU di Paradise, Ohio.






* Catatan : film mase Cam & ber-Audio (suara) Russia..

tambahan :



I Am Number Four 2011.DvDrip.Eng.



Sabtu, Februari 26, 2011

10 kutukan Oscar paling fatal

0 komentar

oscar 728875 9 foreign language films get closer to Oscar


Semua selebriti Hollywood pasti ingin mendapatkan Oscar sebagai bentuk prestasi, tetapi dari apa yang dialami oleh para selebriti Hollywood ini, sebaiknya kita berhati-hati dengan apa yang kita harapkan.

Ingatkah dengan pepatah, "Hati-hati dengan apa yang Anda harapkan"? Mungkin hal ini berlaku bagi pada selebriti yang berhasil memenangkan Piala Oscar.


Memenangkan Oscar dapat membuat seorang aktor/aktris dipandang di dalam dunia perfilman. Tetapi tidak halnya dengan kehidupan percintaan mereka. Beberapa di antaranya malah mengalami masalah percintaan setelah berhasil meraih Oscar. Jika Anda ingat, para aktris yang memenangkan "Aktris Terbaik" beberapa diantaranya terpaksa harus bercerai dengan suami mereka, atau berpisah dengan pasangan mereka setelah memenangkan penghargaan tersebut. Apakah ini suatu kebetulan saja? Atau.... mungkin menjadi kutukan bagi para pemenang Oscar?


Bentuk lain dari kutukan dari memenagkan Oscar, bisa jadi setelah memenangkan penghargaan tersebut, karir mereka menurun secara drastis. Huhm... Apakah memenangkan Oscar sebanding dengan hal ini?

Cuba Gooding Jr.

Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktor Pendukung Terbaik dalam film "Jerry Maguire" (1996)


Kutukan: Keputusannya memilih untuk membintangi film "Boat Trip" diluar kehendak kita. Selain film tersebut, Cuba Gooding Jr. juga memilih beberapa film yang dipertanyakan untuk kelangsungan karirnya, seperti "Norbit" dan "Dady Day Camp". Mungkin ia berhasil mendapatkan uangnya dari film-film tersebut, tapi kami mengharapkan film yang lebih bermutu sehingga ia dapat memenangkan Oscar berikutnya.

Renee Zellweger


Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Pendukung Terbaik dalam film "Cold Mountain" (2004)

Kutukan: Tampaknya keberuntungan Renee telah habis dalam berbagai filmnya yang berhasil menjadi box office seperti "Bridget Jones", "Chicago" dan "Cold Mountain". Setelah ia membintangi film-film tersebut tampaknya berita mengenai lebih dirinya lebih banyak tentang hubungannya dengan Bradley Cooper daripada berita tentang keberhasilannya untuk menghasilkan film blockbusters lainnya

Sandra Bullock

Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "Blind Side" (2010)

Kutukan: Tampaknya Sandra Bullock mendapatkan "Oscar Love Curse" sehari setelah kemenangannya. Setelah kemenangannya, Sandra Bullock mendapati suaminya, Jesse James, berselingkuh.

Julia Roberts


Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "Erin Brockovich" (2001)


Kutukan: Bahkan senyumnya yang terkenal di Hollywood tidak dapat membuat Julia Roberts terhindar dari "Oscar Love Curse". Tiga bulan setelah memenangkan penghargaan tersebut, ia harus berpisah dari Benjamin Bratt, setelah berpacaran selama empat tahun

Helen Hunt

Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "As Good As It Gets" (1998)

Kutukan: Dalam pidato kemenangannya, ia menyebut pacarnya, Hank Azaria, sebagai "pria terbaik yang pernah saya kenal". Tapi hal itu tidak berlaku setelah ia memenangkan Oscar, hubungannya dengan Hank berakhir enam bulan kemudian.

Adrien Brody


Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktor Terbaik dalam film "The Pianist" (2002)


Kutukan yang ia dapatkan: Apakah menjadi aktor termuda yang berhasil memenangkan penghargaan Aktor Terbaik membuatnya menghasilkan film box office lainnya? Selain bermain dalam film "King Kong", kami hampir lupa bahwa ia juga membintangi film "Predator". Kedua film tersebut belum cukup untuk membuatnya diingat.

Halle Berry

Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "Monster's Ball" (2002)

Kutukan: Setelah berhasil menjadi keturuan Afrika-Amerika pertama yang memenangkan penghargaan Aktris Terbaik, ia menyebut suaminya, Eric Benet, "kegembiraan dalam hidupnya". Tapi tentu saja, itu sebelum ia menemukan suaminya berselingkuh darinya

Charlize Theron


Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "Monster" (2004)


Kutukan: Charlize seperti tidak terdeteksi setelah memenangkan penghargaan untuk film "Monster" walaupun membintangi beberapa film lainnya termasuk "Hancock" bersama Will Smith. Selain itu, "Oscar Love Curse" tak luput menimpanya, ia diberitakan berpisah dengan Stuart Townsend setelah berpacaran selama sembilan tahun


Mira Sorvino


Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Pendukung Terbaik dalam film "Mighty Aphrodite" (1995)


Kutukan yang ia dapatkan: Sebagai pemenang untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik, sangat disayangkan Mira Sorvino tidak menghasilkan film lainnya dalam jangka waktu yang lama. Bahkan kami tidak menghitung perannya dalam film "Romy and Michele's High School Reunion"

Reese Witherspoon

Mendapatkan Oscar untuk kategori: Aktris Terbaik dalam film "Walk the Line" (2005)


Kutukan: Siapa yang menyangka setelah membintangi film "Legally Blonde" ia berhasil mendapatkan Oscar? Sangat disayangkan, Reese Witherspoon tak luput dari "Oscar Love Curse". Ia bercerai dari suaminya, Ryan Philippe, tahun itu juga. Tapi kami berharap Reese tidak mengikuti jejak Jennifer Aniston melihat beberapa film komedi romantis yang ia bintangi (seperti Four Christmases" dan "How Do You Know").






Sumber:MSN


Sibuknya Proses Pembuatan FIlm Spiderman 4

0 komentar

Run Spidey,run!

Sesaat sebelum shooting dimulai.

Sesaat sebelum shooting dimulai.

Sibuknya proses pembuatan film ini!

Sibuknya proses pembuatan film ini!

Adegan aksi Spider-Man yang pastinya membuat Anda tegang!

Adegan aksi Spider-Man yang pastinya membuat Anda tegang!

Proses shooting adegan aksi yang dilakukan oleh Spider-Man

Proses shooting adegan aksi yang dilakukan oleh Spider-Man


Legenda Kuda "Berkeringat Darah" Pada Masa Genghis Khan Ditemukan Kembali

0 komentar

Baru-baru ini, tulang belulang 80 kuda digali dari lubang makam bagian bawah Kekaisaran Wudi, yang hidup lebih dari 2000 tahun pada masa Dinasti Han.

Penemuan tersebut menghidupkan lagi sebuah legenda tentang kuda ‘berkeringat darah’ di China Kuno, dalam laporan yang dikutip Hinhua.

Cerita Wudi mengenai "Silk Road" dan kuda "berkeringat darah" telah menjadi legenda dalam budaya China dan banyak orang tertarik dengan kuda legendaris yang telah lama hilang.

http://www.aceros-de-hispania.com/image/genghis-khan-sword/Genghis-Khan-swords.gif
Ilustrasi
Yang Wuzhan, seorang arkelog yang mengambil bagian dalam penggalian makam Kaisar Wudi, mengatakan bahwa pada saat melakukan penggalian dua lubang makam pada September 2009 lalu, tim mereka mendapat 40 tulang-telulang kuda.

Dari hasil laboratorium terhadap fosil tersebut, dikonfirmasi ternyata semuanya adalah kuda laki-laki dewasa. "Para ilmuwan akan segera melakukan tes DNA berharap untuk menentukan gen dari kuda itu," kata Wuzhan seperti dilansir dari People Daily.

http://www.dapunta.com/wp-content/uploads/2011/02/Legenda-Kuda-%E2%80%9CBerkeringat-Darah%E2%80%9D-Ditemukan-Kembali-.jpg
Temuan tersebut bakal menghidupkan kembali legenda Cina berabad-abad tentang kuda berkeringat darah misterius dari Asia Tengah.
© haxims.blogspot.com
"Legenda mengenai kuda itu sudah lama menghilang, sejak Kaisar Wudi menawarkan hadiah besar dan kuat bagi siapa saja yang bisa menemukan kuda ras misterius 'berkeringat darah' yang disebut-sebut telah menjelajahi Asia Tengah, tetapi jarang terlihat di China," jelas Wuzhan.

Hari ini, kuda itu diidentifikasi sebagai Akhal-Teke, salah satu keturunan kuda tertua di dunia dan paling unik.
Dalam catatan Cina, Kaisar Wudi menulis bahwa kuda tersebut berkembang biak. Dalam sebuah puisi ia menulis tentang -Akhal Teke, merupakan "kuda surga."

http://www.dapunta.com/wp-content/uploads/2011/02/Legenda-Kuda-%E2%80%9CBerkeringat-Darah%E2%80%9D-Ditemukan-Kembali-2-.jpg
Kuda tersebut dikenal memiliki daya tahan kecepatan dan keringat dari cairan darah seperti seperti gallops. Hal ini juga diyakini sebagai kuda yang ditunggangi oleh Genghis Khan (1167-1227).

Kaisar Wudi dikenal karena telah membuka Silk Road, sebuah jalur perdagangan kuno yang menghubungkan Asia dan Eropa. Pembangunan makam kaisar tersebut dimulai pada 139 SM, setahun setelah ia bertakhta di usia 16 tahun. Dan dibutuhkan waktu selama 53 tahun untuk membangunnya.

Makam tersebut memiliki lebih dari 400 lubang pengorbanan, lebih dari makam Qin Shihuang, "kaisar pertama" dari China.





Sumber :
dapunta.com


Jumat, Februari 25, 2011

Download Film : Justin Bieber Never Say Never DVDRip

0 komentar


Coelacanth Perenang Purba

0 komentar

gallery
Ikan raja laut (coelacanth) dulu dianggap telah punah bersama dinosaurus. Ikan yang ditemukan lagi tahun 1938 itu dikisahkan di sini dalam bentuk cerita foto yang langka.
Oleh CAROLYN BUTLER
Foto oleh LAURENT BALLESTA
Jarang-jarang ada fosil hidup muncul di jaring nelayan. Namun, itulah yang terjadi pada tahun 1938, ketika seorang kurator museum Afrika Selatan bernama Marjorie Courtenay-Latimer melihat makhluk aneh dengan sisik tebal, sirip ganjil, dan lobus tambahan di ekornya, di antara ikan hasil tangkapan biasa. Meskipun tidak langsung tahu saat itu, Courtenay-Latimer menemukan kembali ikan raja laut, yang dianggap punah pada akhir Periode Kapur tapi entah bagaimana bertahan lebih lama daripada banyak rekan prasejarahnya, hidup jauh di dalam laut, tak terganggu—dan tidak diketahui—selama ribuan tahun.

Sejak kemunculan tak terduga ini, Latimeria chalumnae ditemukan di beberapa tempat terisolasi di Samudra Hindia. Tidak ada yang tahu berapa ekor yang tersisa—bisa 1.000 bisa pula 10.000. Karena dalamnya habitatnya, ikan ini terutama difoto menggunakan wahana selam dan wahana tanpa awak. Penyelam pertama-kali mendokumentasikan ikan ini pada tahun 2000; pada Januari dan Februari 2010, satu tim yang dilatih khusus menyelam ke laut dalam untuk memfoto sebuah koloni kecil di Teluk Sodwana, Afrika Selatan.—Carolyn Butler


10 Spesies Baru Hasil Perkawinan Dua Jenis Hewan

0 komentar

10 Spesies Hewan Baru Hasil Perkawinan Dua Jenis Hewan Yang Berbeda

Beberapa hewan hibrida dilahirkan dalam faktor-faktor karena lingkungan liar, sementara yang lain dibesarkan oleh manusia untuk keuntungan atau keingintahuan ilmiah. Apapun alasan untuk penciptaan mereka, spesies baru dan menarik di luar sana karena campuran spesies.

Setelah menemukan liger adalah benar-benar nyata (dan bukan hanya binatang yang dibuat-buat dari Napoleon Dynamite), Dari beruang groler (grizzly + polar) ke dzo (yak + sapi), berikut adalah 10 jenis hewan hibrida yang relatif baru di dunia hewan.

01-Dzo (Peranakan Sapi + Yak)
İmage

Dibiakkan untuk bekerja di sektor pertanian di kedua negara Nepal dan Mongolia, dzo (atau khainag di Mongolia) adalah keturunan laki-laki dari yak dan sapi peliharaan. hewan adalah 25 sampai 30 persen lebih berat dari sapi biasa Mongolia, dan sementara ini binatang beban yang steril, daging mereka dianggap jauh lebih enak dari kedua induk mereka.

02-Kucing Bengal (Peranakan Leopard + Kucing Rumahan)
İmage

Persilangan antara Leopard Asia dan kucing rumah domestik, Bengals pertama kali dikembangbiakkan antara abad ke-20 akhir abad 19 dan awal oleh mereka yang menginginkan hewan peliharaan dengan tampilan eksotis tapi temperamen yang bisa dijinakkan. seperti kucing rumah menengah sampai besar, Bengal memiliki bulu yang berkisar dari abu-abu, coklat atau oranye atau gading, dengan bintik-bintik bervariasi dalam warna dari warna kakao sampai warna arang atau hitam.

03- Zebroid (Peranakan Zebra + kuda)
İmage

"Zebroid" mengacu pada setiap hibrida zebra dan spesies kuda; campuran gen ini pertama terjadi di awal abad 19.Tergantung pada campuran hewan, ia memiliki nama yang berbeda, zebra betina dan seekor keledai jantan, anaknya disebut zebrinny, sementara zebra jantan dan keledai betina disebut zedonk-tapi secara umum, keturunannya yang dilahirkan seperti orang tua non-zebra nya dengan garis-garis dari zebra pada beberapa (tetapi tidak semua) dari tubuhnya.

04-Liger (Peranakan Singa dan Harimau)
İmage

Dibesarkan di penangkaran baik sengaja dan tidak sengaja sejak awal abad 20, ini kucing ganas adalah keturunan singa jantan dan harimau betina.Sedangkan tampilan lebih seperti singa, ia memiliki garis-garis halus dan harimau, tidak seperti singa yang takut air, hewan ini menikmati berenang. Umumnya jauh lebih besar daripada kedua induknya, hewan ini biasanya di antara beberapa yang terbesar di dunia, dengan berat lebih dari 1.000 kilogram dan kadang-kadang berukuran 12 meter.

05-Cama (Lama+Unta)
İmage

1998 ilmuwan membiakkan cama pertama yang dihasilkan dari perkawinan llama betina dan unta jantan. Tapi tidak seperti kebanyakan hewan dalam daftar ini, ini diciptakan melalui inseminasi buatan.
Alasannya? Perbedaan ukuran sangat signifikan-llama biasanya berat sekitar 150 kg, sementara unta berat sekitar 950 kilogram, perkawinan alami hampir mustahil terjadi. Sementara cama tidak memiliki punuk, tapi memiliki telinga unta dan ekor panjang, dengan kuku terbelah dari llama .

06- Leopon (Macan tutul + Singa)
İmage

Leopons, keturunan macan tutul jantan dan singa betina, telah dibesarkan di India, Jepang, Jerman dan Italia.

Serupa dengan kedua hewan, leopons memiliki bintik-bintik coklat dan ekor berumbai, dengan surai lebih kecil dari singa, dan menjadi pendaki yang sangat baik seperti macan tutul. Terkenal karena program leopon paling penting di dunia, Koshien Hanshin Park di Nishinomiya City, Jepang, dibesarkan dua leopons pada tahun 1959 dan tiga lagi pada tahun 1962.

07-Grolar-Bear (beruang madu + Beruang kutub)
İmage
V

İmage

Pencampuran grizzly dan beruang kutub di alam liar adalah hal-hal yang melegenda sampai Penemuan oleh pemburu Kanada Roger Kuptana tentang groler di tahun 2006. Sementara grolers telah dibesarkan di penangkaran untuk beberapa waktu, beruang kutub di alam liar lebih memilih untuk kawin di atas es, sementara Grizzlies di darat. Tetapi ketika Kuptana dan pemburu menemukan beruang kutub dengan tambalan coklat dan cakar panjang dan berpunuk belakang abu-abu, ia langsung tahu apa itu.
tes DNA membenarkan apa yang mungkin didokumentasikan kasus pertama dari groler lahir di alam liar.

08-Wholphin (Paus Pembunuh+Lumba lumba)
İmage

Mamalia laut ini adalah hibrida dari lumba-lumba dan ikan paus pembunuh palsu.Kasus hanya menegaskan terjadi di Taman Laut Oahu, Hawaii, pada tahun 1985 ketika lumba-lumba hidung botol 400-pound abu-abu betina melahirkan anak sapi yang mirip ikan paus pembunuh palsu laki-laki 2.000 pound dan mereka berenang bersama . Para ilmuwan juga percaya bahwa binatang itu dapat kawin di alam, tetapi belum untuk mengkonfirmasikannya.

09-Wolfdog (Anjing + Serigala)
İmage

Meskipun hewan ini telah dibesarkan sejak pertengahan abad ke-20, anak-anak anjing pertama wolfdog diterima oleh Klub Peternak adalah pada tahun 1982 ketika si kecil lahir di Brno, Republik Ceko.

While wolfdogs are popular pets, they have raised safety concerns because of the personality traits they share with the timber wolf: testing rank in their human family, showing signs of a pack mentality and territoriality.

Sementara wolfdogs adalah hewan peliharaan populer, mereka telah mengangkat masalah keamanan karena kepribadian mereka berbagi dengan serigala kayu: peringkat pengujian dalam keluarga manusia, menunjukkan tanda-tanda dari mentalitas tentang kebiasaan teritorial serigala.

10-Iron-Age-Pig (Babi Hutan + Babi Piaraan)
İmage

Bila babi hutan jantan dan Tamworth domestik dikawinkan, Anda mendapatkan Iron Age pig.Pertama dibesarkan pada tahun 1970 dalam upaya untuk menciptakan babi yang mirip dengan yang ditemukan selama Zaman Besi, mereka menunjukkan perilaku yang lebih liar dari babi khas negeri Anda, tetapi kurang agresif dari babi hutan. Sayangnya, kemungkinan besar Anda menemukan babi ini di toko daging Eropa dalam bentuk sosis khusus.








Sumber:http://www.forumbebas.com


Botak di Usia 20 Penanda Kanker Prostat

0 komentar

http://1.bp.blogspot.com/_Baj6Ek7jJ2A/S2F-qXg4UgI/AAAAAAAAAH4/tN98ICW9t5M/s1600/botak.jpg

BILA Anda pria yang masih berusia 20-an dan sudah mengalami maslah rambut rontok, waspadalah, karena itu Anda cenderung memiliki risiko lebih terkena kanker prostat di kemudian hari.

Penelitian itu dilakukan dengan membandingkan 388 pria penderita kanker prostat dan 281 pria sehat. Diketahui penderita kanker prostat dua kali lipat berisiko mengalami kebotakan di usia 20 tahun.

Meski begitu, penelitian ini tidak menemukan hubungan antara rambut rontok dini dan diagnosis awal kanker prostat dan juga tidak ada hubungan antara pola rambut rontok dan perkembangan kanker.

Hingga kini, telah ada bukti yang bertentangan mengenai hubungan antara kebotakan dan kanker prostat. Ini adalah studi pertama yang menunjukkan adanya kaitan antara kebotakan di usia muda dan perkembangan kanker prostat di kemudian hari.

Profesor Philippe Giraud, Profesor Onkologi Radiasi di Universitas Paris Descartes, Paris, Prancis yang memimpin penelitian, seperti dikutip dari Sciencedaily.com, Rabu (16/2), mengatakan, "Saat ini tidak ada bukti kuat yang menunjukkan manfaat skrining mendeteksi kanker prostat. Maka itu, kita memerlukan cara mengidentifikasi orang-orang yang berisiko tinggi mengidap penyakit ini sehingga bisa dilakukan skrining. Juga, bisa dilakukan pertimbangan untuk dilakukan kemoterapi dan upaya pencegahan dengan obat antiandrogen seperti finasteride."

Ia melanjutkan, "Kebotakan usia 20 bisa menjadi salah satu faktor risiko kanker prostat yang mudah diidentifikasi. Untuk memastikannya, kami akan melakukan penelitan lebih lanjut." Studi ini pun telah dipublikasikan secara daring dalam jurnal Annals of Oncology edisi Februari 2011.


Kamis, Februari 24, 2011

10 Beasiswa Teraneh Di Dunia

0 komentar


Selain dari daftar ususal hibah yang berguna dan beasiswa, ada beasiswa yang aneh dan tidak biasa yang mahasiswa bisa dapatkan. Bagian terbaik tentang beasiswa ini adalah bahwa Anda tidak benar-benar perlu akademis secara luar biasa. Anda hanya perlu memiliki beberapa fitur khas atau hobi. Beberapa jenis beasiswa yang paling aneh adalah sebagai berikut.

1. Beasiswa Orang Kidal

Karena siswa kidal begitu banyak, beasiswa ini ditawarkan oleh Juanita College di Pennsylvania, adalah salah satu beasiswa yang paling umum dan dicari orang.

2. Beasiswa Toko Es Krim Nasional

Jika Anda bekerja di beberapa toko es krim, Anda mungkin memenuhi persyaratan untuk beasiswa ini. Jika Anda cukup beruntung, majikan Anda mungkin akan merekomendasikan Anda, dan Anda mungkin mengambil satu dari 17 $ 1.000 beasiswa.

3. Beasiswa Patrick Kerr Skateboard

Satu lagi beasiswa yang tidak biasa. Beasiswa ini dapat bergna bagi orang yang memiliki bakat skateboard

4. Beasiswa Nama Belakang Orang Yang Aneh

beasiswa ini biasa disajikan oleh Universitas Loyola di Chicago diberikan kepada siswa dengan nama-nama terakhir yang paling tidak biasa, yang terbaik sejauh ini adalah nama "Zolp"

5. Beasiswa Asma

Kedengarannya sangat aneh yang bahkan alergi Anda dapat memenangkan jumlah beasiswa yang besar. American Academy of Allergy, Asma dan Imunologi terutama bertanggung jawab untuk mensponsori beasiswa unik ini.

6. Kontes Beasiswa Stuck at Prom Duck Brand Duct Tape

Ini adalah sebuah kontes yang tidak biasa diadakan setiap tahun pada musim semi, dimana para siswa membuat dan mengenakan pakaian formal untuk bersaing mendapatkan hadiah beasiswa $ 2,500. Hadiah kedua dan ketiga adalah untuk mendapatkan beasiswa sebesar $ 1.000 dan $ 500 masing-masing.

7. Turnamen Kejuaraan Poker Online

Jika Anda adalah seorang juara di permainan poker, ini adalah kesempatan emas Anda untuk memenangkan jumlah besar sebagai hadiah beasiswa.

8. Beasiswa Orang Vegetarian

beasiswa ini disponsori oleh Vegetarian Resource Group hanya untuk orang dengan kebiasaan makan sayur-sayuran.

9. Beasiswa Klub Mahasiswa Tertinggi Internasional

Orang-orang tinggi sekarang memiliki kesempatan untuk ambil beberapa beasiswa yang bagus. Beasiswa ini pada dasarnya hanya mempertimbangkan tinggi seorang mahasiswa yaitu 5'10 "bagi siswa perempuan dan 6'2" untuk siswa laki-laki.

10. Beasiswa Ketepatan Meramal Masa Depan

Beasiswa ini agak sedikit berbeda dari apa yang namanya penghargaan, kontes ini sebenarnya adalah untuk mahasiswa yang tertarik dalam ilmu ekonomi. Peserta diharuskan untuk 'membeli dan menjual" prediksi masa depan hanya sebagai salah satu akan membeli saham.





Sumber:
Senior Member


PERISTIWA HARI INI

Tahukah Anda...

 
Related Posts with Thumbnails